Efek samping minum obat aborsi tanpa aturan pakai yang benar

klinikbersalin.org – Menguggurkan kandungan atau aborsi sering diresepkan untuk wanita yang ingin mengakhiri kandungan yang tidak diinginkan.Meskipun jarang, resiko aborsi dapat menyebabkan efek samping jangka pendek dan jangka panjang yang merugikan.


Obat aborsi atau yang juga dikenal dengan mifepristone biasanya diberikan klinikbersalin.org untuk menggugurkan kandungan dan dapat digunakan sampai minggu kesembilan kehamilan.

Ada efek jangka pendek dan jangka panjang dari penggunaan obat ini, tapi yang lebih berbahaya adalah efek jangka panjang.

Resiko aborsi antara lain :
1. Pendarahan yang berkepanjangan
Memang normal bila terjadi perdarahan pada vagina ketika mengonsumsi pil aborsi karena merupakan bagian proses dari pembuangan embrio.
Tapi hal tersebut menjadi tidak normal ketika pendarahan berlanjut hingga jangka waktu lama. Hal ini bisa berlanjut hingga 12 hari, bahkan pada beberapa wanita sampai 6 minggu.

2. Kehamilan ektopik
Dalam kasus yang jarang terjadi seperti kehamilan ektopik (kehamilan terjadi di saluran tuba), pil aborsi bisa mengakibatkan kematian.
Obat aborsi yang dikonsumsi wanita dengan kehamilan ektopik bisa menyebabkan saluran tuba pecah. Jika saluran tuba pecah dan tidak diperbaiki dalam waktu singkat, hasilnya bisa berakibat fatal dan mengancam kehidupan pasien.

3. Abori tidak sempurna
Ada kasus aborsi tidak sempurna dalam 5 sampai 15 % dari kasus obat aborsi. Jika obat gagal menggugurkan embrio, maka pasien harus segera dioperasi. Dan dengan operasi, maka ada resiko besar mengintai seperti komplikasi dengan anestesi yang dapat menyebabkan kematian.namun klinikbersalin.org akan memberikan solusi terbaik.

4. Peradangan panggul
Dalam waktu empat minggu aborsi, 5 % wanita tertular penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease atau PID). Efek jangka panjang dari PID seperti nyeri panggul kronis, resiko kehamilan ektopik, masa depan kesuburan menyakitkan dan berkurang. Kemungkinan seorang wanita mendapatkan PID setelah aborsi jika menderita klamidia.

5. Efek samping psikologis
Efek samping obatl aborsi yang lebih umum adalah depresi dan rasa sakit emosional lainnya. 40 % wanita yang melakukan aborsi mengklaim mengalami masalah emosional parah.
Masalah-masalah ini berkisar dari depresi, penyalahgunaan obat dan sering berpikiran bunuh diri. Study ini menemukan bahwa sangat jarang wanita yang memiliki pikiran positif secara keseluruhan setelah aborsi.

situs resmi penjualan obat aborsi kandungan © 2016 Frontier Theme