Bahaya dan resiko aborsi

Bagi para wanita hamil yang ingin menggugurkan kandungan harus mempertimbangkan terhadap bahaya dan resiko aborsi yang akan terjadi, terutama bila dilakukan bukan oleh tenaga medis untuk alasan yang tepat, dan dilakukan dengan metode yang tidak aman, di tempat dengan fasilitas terbatas.

Bahaya dan resiko aborsi tersebut, antara lain:

  • Perdarahan berat.
  • Rusaknya kondisi rahim atau infeksi akibat aborsi yang tidak tuntas.
  • Beberapa gangguan sistem reproduksi, seperti penyakit radang panggul.
  • Kemandulan
  • Kehamilah ektopik dapat terjadi pada kehamilan berikutnya, terutama jika terjadi infeksi akibat aborsi yang tidak ditangani dengan tepat.
  • Kondisi serviks yang tidak optimal lantaran dilakukan gagal aborsi, sehingga meningkatkan resiko keguguran di kemudian hari.

Semua jenis aborsi memiliki risiko komplikasi. Usia kehamilan turut berperan dalam menentukan tingkat risiko. Semakin tua usia kehamilan, maka akan semakin tinggi pula risiko dari tindakan aborsi yang dilakukan.

Kategori Aborsi yang Berbahaya

Aborsi memiliki risiko yang tidak sedikit jika dilihat dari sisi kesehatan maupun sanksi hukum. Risikonya akan lebih lebih tinggi jika aborsi dilakukan secara ilegal dan tidak aman secara klinis.

Organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan kategori aborsi yang tidak aman, antara lain:

  • Dilakukan oleh pelaku yang tidak memiliki keahlian medis dalam bidang aborsi secara memadai.
  • Fasilitas yang tidak cukup memenuhi persyaratan kebersihan.
  • Peralatan aborsi yang tidak sesuai.

Tempat yang biasa digunakan untuk praktik aborsi ilegal dapat berupa klinik penyedia jasa aborsi, yang dilakukan oleh dokter kandungan secara tidak resmi. Meski memiliki latar belakang medis, namun belum tentu didukung oleh fasilitas atau peralatan yang sesuai.

Selain itu, dukun pijat juga kerap menjadi pilihan para wanita yang ingin melakukan aborsi di Indonesia. Tentu saja ini sangat berbahaya, mengingat dukun tidak memiliki keahlian medis, fasilitas, dan peralatan yang sesuai.

Begitu pula upaya aborsi yang dilakukan sendiri oleh wanita hamil dengan mengonsumsi obat-obatan seperti obat aborsi,cytotec,gastrul,misoprostol atau menggunakan alat bantu tertentu, haruslah dihindari.

Informasi layanan konsultasi hub :

082283204542 dr.joko sutanto.spog