Perdarahan setelah keguguran

Perdarahan adalah tanda yang paling umum terjadi saat keguguran. Biasanya tanda ini juga disertai dengan rasa kram, nyeri perut di bagian bawah, serta keluarnya carian dari vagina. Tanda-tanda ini lazimnya terjadi selama beberapa jam atau beberapa hari setelah perdarahan. Namun apakah berbahaya bila perdarahan setelah keguguran masih terjadi dalam waktu yang cukup lama?

Perdarahan setelah keguguran bukan berarti tidak normal

Setelah keguguran, biasanya perdarahan yang diiringi rasa sakit akan terjadi selama beberapa hari. Jika Anda mengalaminya, jangan cemas. Kondisi ini normal kok dan terjadi dalam beberapa kasus.

Perdarahan terjadi karena mukosa rahim (dinding rahim bagian dalam) mungkin rusak setelah keguguran sehingga menyebabkan perdarahan dan rasa sakit pada perut, yang umumnya memakan waktu selama dua minggu. Tingkat keparahannya bisa berbeda-beda pada setiap wanita, mulai dari tidak terasa sakit sama sekali hingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Perdarahan bisa juga disebabkan dari perlakukan medis yang Anda terima ketika mengalami keguguran. Jika Anda melakukan prosedur operasi (kuret) untuk membersihkan sisa jaringan di rahim, biasanya muncul pertanda yang menunjukkan bahwa rahim Anda telah pulih kembali, yakni periode menstruasi. Menstruasi akan kembali sesuai jadwal dalam waktu tiga sampai lima minggu pasca keguguran.

Meski tidak sering, pada beberapa kasus ada perdarahan cepat berhenti setelah keguguran tapi justru mengalami perdarahan berat sekitar satu sampai dua minggu kemudian. Kejadian ini sering kali disalahartikan sebagai timbulnya suatu masalah lain, padahal kondisi ini masih termasuk normal. Dengan catatan, perdarahan tak terjadi lebih dari dua minggu.

Perdarahan berat ini biasanya disebabkan tubuh yang masih dalam proses ‘bersih-bersih’, yaitu menghilangkan sebagian plasenta yang tertinggal saat keguguran. Namun jika darah masih keluar dan rasa sakit berlanjut melebihi waktu normalnya – 10 hingga 14 hari – lebih baik konsultasikan terlebih dahulu mengenai keluhan yang Anda rasakan.

Apa yang harus dilakukan saat masih terjadi perdarahan setelah keguguran?

Jika setelah keguguran perdarahan masih terjadi, butuh beberapa saat untuk membersihkannya kembali. Sebaiknya selama perdarahan masih terjadi, Anda tidak dianjurkan untuk memasukkan hal lain ke dalam vagina, termasuk melakukan hubungan intim sampai perdarahan berhenti. Sebagai gantinya, Anda harus menggunakan tampon ataupun pembalut.

Anda juga dianjurkan untuk memperbanyak istirahat dan tidak melakukan aktivitas berat. Bila rasa nyeri pada bagian bawah perut masih terasa, Anda dapat mengandalkan obat pereda nyeri. Namun sebelumnya tanyakan dulu obat tepat pada dokter kandungan Anda.

Hal yang terpenting untuk dilakukan setelah mengalami keguguran adalah membersihkan semua isi rahim, karena jaringan kehamilan yang masih tersisa dalam rahim bisa menyebabkan infeksi. Segera hubungi dokter jika tiba-tiba Anda mengalami tanda-tanda seperti:

  • Perdarahan setelah keguguran berlangsung lebih dari dua minggu
  • Darah yang keluar saat perdarahan sangat banyak
  • Nyeri dan kram berat pada perut
  • Demam
  • Vagina mengeluarkan bau busuk atau tidak biasa
  • Pada intinya, perdarahan setelah keguguran merupakan hal yang normal. Namun saat Anda dan pasangan telah siap untuk mencoba memiliki momongan kembali, pastikan kehamilan berikutnya berjalan secara sehat. Jangan lupa juga untuk selalu memeriksakan kehamilan berikutnya dengan rutin, mengonsumsi makanan sehat, dan meninggalkan pola hidup yang buruk.

    Oleh klinikbersalin.org

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr.joko sutanto.spog