Sejarah aborsi

Sejarah Aborsi Pertama yang dilakukan secara Legal

Bagaimana dunia melihat aborsi hari ini? Bagaimana dunia melihat aborsi di masa lalu? Ternyata Perubahan informasi dan teknologi sangat berperan dalam opini masyarakat terhadap aborsi. Kita akan melirik kembali sejarah bagaimana proses pelegalan aborsi di amerika serikat yang secara tidak langsung turut mempengaruhi opini dunia.

Konflik aborsi masih menjadi kontroversi selama ini dari bertahun-tahun sampai sekarang. Perdebatan aborsi masih merupakan isu panas di dunia modern seperti saat ini. Orang-orang masih tidak dapat memutuskan apakah aborsi adalah etis atau tidak etis.

Di masa lalu, perempuan bahkan tidak bisa membayangkan untuk melakukan aborsi. Jika mereka menjadi hamil, dan mereka tidak seharusnya melakukan apa-apa selain hanya melahirkan anak mereka. Dari 1899 sampai 1973, aborsi adalah ilegal di Amerika Serikat.

Selama waktu ketika aborsi ilegal, ada seorang wanita bernama Sherri Finkbine. Dia berada di tahap awal kehamilannya dan ia bermimpi tentang memiliki banyak anak-anak dan memiliki kehidupan indah. Namun, pada tahun 1962, saat mengandung anak ke limanya, setelah mengambil obat penenang fatal yang disebut Thalidomide, embrio-nya cacat, dan dokter tempat finkibine selalu memeriksakan kehamilannya menyarankan agar ia melakukan aborsi.

Sherri Finkbine menghubungi temannya di media untuk memperingatkan wanita lain tentang bahaya mengkonsumsi Thalidomide dan media memberinya banyak publisitas. Karena ia seorang aktris, publisitas itu memberikan pesan yang membingungkan kepada orang-orang yang hidupnya tidak dalam bahaya. Banyak pro dan kontra. Bahkan karena publisitas itu, rencana finkibine untuk melakukan aborsi di sebuah rumah sakit menjadi terhalang. karena rumah sakit tersebut tidak mau melakukan aborsi jika tidak ada surat jaminan hukum dari pengadilan bahwa tidak akan dituntut dikemudian hari akibat melakukan penghilangan nyawa. Pro dan kontra terus berlanjut, bahkan yang menentang aborsi bahkan memberikan ancaman kematian sehingga FBI membawanya untuk melindungi keluarga finkibine.

Oleh karena itu, aborsi dibatalkan dan dia tidak diizinkan untuk melakukan aborsi di AS. Di bawa desakan waktu , finkibine mencoba mencari legalitas aborsi dengan mencoba ke jepang. Tapi konsul jepang menolak visanya. Finkbine harus terbang ke Swedia untuk aborsi yang aman dan legal. (Selama waktu Sherri, perempuan tidak diizinkan untuk melakukan aborsi kecuali hidup mereka dalam bahaya parah.) Di swedia, dia memperoleh izin, Royal swedish Medical mengabulkan permintaan finkibine pada tanggal 17 agustus 1962 yang menyebabkan kontroversi kecil. Operasi dilakukan esoknya dan berhasil.

Para dokter kandungan swedia mengatakan janin finkibine tidak memiliki kaki dan hanya memiliki satu lengan yang membuatnya tidak dapat bertahan hidup. Bahkan sampai aborsi dilakukan tidak diketahui jenis kelamin janin laki laki atau perempuan.

Sejak saat itu aborsi terus menjadi kajian di amerika sehingga pada tahun 1973. Bagaimana dengan Finkibine? Setelah operasi aborsi itu pada tahun 1965 dia kembali mengandung dan melahirkan seorang bayi perempuan sehat dengan selamat.

Info layanan konsultasi :
0823-6525-0248 Dr.joko sutanto.spog