Fakta aborsi yang penting untuk Anda ketahui

Fakta aborsi yang penting untuk Anda ketahui
Berikut ini ada beberapa fakta mengenai aborsi yang wajib Anda ketahui :

1. Aborsi boleh atau dapat dilakukan jika bayi tidak berkembang (Abortus Provokatus Medisinalis)
Fakta aborsi yang pertama adalah aborsi bisa dilakukan karena faktor medis seperti terjadinya kehamilan di luar rahim (kehamilan ektopik). Hal ini pun harus berdasarkan rekomendasi dokter terlebih dahulu sebelum melakukan prosedur aborsi.

2. Aborsi dianggap sebagai tindakan pembunuhan (Abortus Provokatus Kriminalis)
Setiap kehidupan baru dimulai pada saat pembuahan yang berhasil dilakukan. Ini adalah fakta biologi yang tidak terbantahkan. Hal ini pun berlaku bagi hewan ataupun manusia. Nah, umumnya aborsi yang dilakukan secara ilegal di mana tidak berdasarkan kondisi medis, akan dilakukan di awal kehamilan, di mana pembuahan baru saja terjadi. Walaupun begitu, janin di perut Anda sudah mulai berkembang. Hal inilah yang membuat aborsi secara tidak langsung dikatakan sebagai tindakan pembunuhan.

3. Komplikasi bisa muncul pada wanita yang melakukan aborsi
Saat atau setelah melakukan aborsi akan terjadi komplikasi. Komplikasi terjadi karena aborsi kurang bersih, penanganannya tidak benar atau tidak sesuai dengan prosedur. Nah, hal inilah yang justru akan membahayakan keselamatan ibu bahkan si janin. Terlebih jika jika tindakan aborsi dilakukan tanpa prosedural yang benar, hal ini hanya akan meningkatkan risiko bayi lahir cacat dan bahkan kematian ibu.

4. Tindakan aborsi lebih berbahaya daripada melahirkan
Pada beberapa fakta menyebutka,n angka kematian akibat aborsi lebih tinggi daripada angka kematian pada wanita yang melahirkan. Pada dasarnya, sama seperti melahirkan, aborsi juga bisa menyebabkan komplikasi. Namun, hal ini bergantung pada praktik aborsi yang dilakukan. Hal paling berbahaya adalah ketika melakukan aborsi di tempat praktik-praktik ilegal yang ditangani oleh orang yang tidak memiliki kemampuan medis mumpuni dan tidak didukung dengan peralatan yang sesuai dengan standar bedah.

5. Aborsi dilakukan saat usia kandungan tidak lebih dari 24 minggu
Aborsi tak bisa dilakukan seenaknya kapan pun diinginkan oleh wanita. Di beberapa negara dokter diperbolehkan melakukan aborsi pada saat usia kandungan masih sangat muda, pada trimester pertama dan ada yang memperbolehkannya sampai trimester kedua. Meski begitu, melakukan aborsi pada usia kandungan mencapai trimester ketiga dilarang karena berkaitan dengan kehidupan janin dan ibu yang tengah mengandung.

6. Efek Aborsi menyebabkan traumatik dan depresi
Bagi sebagian orang, entah karena kondisi medisi tertentu ataupun dilakukan secara sengaja, aborsi bisa meninggalkan efek traumatik mendalam bahkan depresi. Hal ini umumnya disebabkan karena munculnya rasa bersalah dari dalam diri mereka karena sudah membunuh nyawa janin dalam kandungannya.

7. Aborsi tidak berpengaruh pada kesuburan
Sebagian orang berpikir aborsi bisa menyebabkan ketidaksuburan bagi wanita. Namun, pada nyatanya hal tersebut tidak demikian. Pasalnya hanya satu hal yang dapat mempengaruhi kehamilan seorang wanita jika sebelumnya pernah melakukan aborsi, yaitu memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami keguguran. Meski begitu, ini adalah kasus yang sangat langka. Secara keseluruhan, aborsi tidak akan akan mempengaruhi kemampuan seorang wanita untuk hamil, maupun kesehatan ibu dan janin pada saat kehamilan selanjutnya.

Info layanan konsultasi hub : 082283204542

dr.joko sutanto.spog