kematian ibu saat hamil

Perdarahan publish partum secara berlebihan (PPH). Ini adalah penyebab kematian pada ibu paling umum terkait melahirkan di negara maju. Kondisi ini terjadi ketika kamu mengalami perdarahan parah usai melahirkan (lebih dari 500 ml usai melahirkan secara everyday atau lebih dari a thousand ml usai operasi caesar).

Perdarahan ini biasanya dapat terjadi dalam kurun waktu sehari atau bisa juga hitungan minggu pasca persalinan. Perdarahan postpartum ditandai dengan keluarnya darah dari vagina yang terjadi terus-menerus. Bila dibiarkan, tekanan darah akan menurun atau mengalami syok. Kondisi ini ditandai oleh pusing, keringat dingin, jantung berdetak cepat, tubuh lemah atau ingin pingsan.

PPH sendiri bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti:Otot rahim tidak bisa berkontraksi dan menekan pembuluh darah dan mengurangi aliran darah. Kondisi ini disebut atonia uteri.Jalur-jalur persalinan mengalami cedera, contohnya luka sayatan pada perineum akibat menjalani episiotomi.Jaringan plasenta atau janin tertahan di dalam rahim.Darah sulit membeku.Rahim pecah.

Plasenta menutup jalan lahir (plasenta previa)Kehamilan ektopik adalah saat bayi yang seharusnya berada dalam uterus akan tetapi berada di tempat lain-sebagian besar di dalam saluran tuba, karena itu merupakan tabung yang menghubungkan ovarium ke rahim Anda. Itulah kenapa, terkadang kehamilan ektopik disebut kehamilan tuba.

Karena janin tumbuh di dalam tuba, ini dapat menyebabkan tuba meledak terbuka yang dapat menyebabkan pendarahan masif dan mengancam janin dan sang ibu.Jika dinyatakan mengalami kehamilan ektopik, Anda pasti mencari cara untuk menyelamatkan sang bayi dan diri Anda sendiri.

Apakah Kehamilan Ektopik Bisa Diselamatkan?Kasus kehamilan ektopik terjadi sebanyak satu hingga dua persen dalam setiap kehamilan, merujuk pada artikel pada 2015 dalam American circle of relatives doctor, dan ini bagian yang paling berat untuk diterima calon ibu, kehamilan ektopik tidak dapat diselamatkan.Ketika janin tumbuh di tempat selain uterus, maka kehamilan tersebut menimbulkan risiko bagi kesehatan ibu, percaya atau tidak, ini malah berakibat deadly, jika kehamilan tidak dihentikan. Bagian paling menyedihkan, belum ada teknologi kesehatan yang dapat memindahkan janin Anda dari saluran tuba ke uterus.

Sebagian besar kasus kehamilan ektopik tumbuh di dalam tuba falopi. Selama kehamilan tuba, janin tidak akan pernah bisa lahir dengan selamat (hidup). Jika janin terus dibiarkan tumbuh, tabung falopi yang kecil itu akan meledak, kemungkinan sebelum akhir trimester pertama.Jika kehamilan ektopik pecah, sang ibu bisa menderita komplikasi serius dan mengancam jiwa sang ibu. Faktanya, kehamilan ektopik yang pecah merupakan penyebab utama kematian ibu saat hamil.

Adapun pengobatan yang dilakukan oleh dokter adalah untuk menghentikan kehamilan demi keselamatan sang ibu.

Information layanan konsultasi : 082283204542